Perusahaan
sekuritas asal Denmark, Heimdal, mendeteksi beredarnya malware Android
baru yang berbahaya. Malware bernama Mazar ini tersebar melalui pesan
teks (SMS).
Malware Mazar dapat memperoleh hak administrator dari ponsel yang
terinfeksi, memungkinkan untuk menghapus konten, membuat panggilan
telepon, atau membaca pesan teks, demikian laporan yang dilansir dari
BBC (16/2/2016). Seluruh aktifitas tersebut dapat dilakukan Mazar di
sebuah smartphone atau tablet Android tanpa peringatan terlebih dahulu.
“Ini (Mazar) dapat sangat merusak – mungkin mengakibatkan tagihan ponsel
membengkak yang membuat konsumen tercengang,” tutur Chief Executive
Heimdal, Morten Kjaersgaard kepada BBC.
Menurut Heimdal, Mazar telah menginfeksi lebih dari 100 ribu handset di
Denmark. Malware tersebut hanya dapat berdampak pada sebuah perangkat
ketika pengguna mengijinkan aplikasi yang tidak dapat dipercaya
(untrusted app) diinstal via Setting. Dengan demikian, sebenarnya
pengguna perangkat Android cukup aman secara platform Google dengan
sendirinya telah memblokir instalasi dari sumber yang tidak dikenal.
Namun, jika sebuah perangkat mengijinkan untuk menginstal aplikasi dari
sumber eksternal, maka Mazar dapat menyusup ke dalamnya. Malware ini
juga menyusup via SMS resmi yang berisi link URL. Jika pengguna membuka
link tersebut, maka layanan Tor akan terinstal di perangkat tersebut.
Tor adalah layanan yang memungkinkan pengguna terhubung dengan internet
secara anonim. Layanan ini cukup berfungsi untuk privasi, namun juga
sangat berguna bagi hacker sebagai saluran menyusupkan software
berbahaya dari sebuah perangkat yang tidak terdeteksi.
Menariknya, Mazar tidak dapat terinstal di smartphone Android yang
memilih Rusia sebagai bahasa sistem operasi-nya. Selain itu, menurut
Kjaersgaard, kemungkinan besar malware Mazar ini hanya dapat menginfeksi
ponsel berbasis Android 4.4 KitKat dan versi dibawahnya. Dengan
demikian, ponsel berbasis Android Lollipop atau Marshmallow sepertinya
aman dari serangan malware Mazar.


Review This Product